HOME

pengetahuan

Apakah Zodiak anak anda Sagitarius? Inilah sifat dan karakter dari anak anda

Banyak orang tua yang percaya bahwa zodiak seorang anak dapat menentukan karakter dan karakternya. Jika buah hati Anda lahir dari tanggal 23 November hingga 21 Desember, artinya zodiak anak Anda adalah Sagitarius ya bu. Tapi itu semua kembali kepada Anda masing-masing, percaya atau tidak.

Meski begitu, tak ada salahnya menemukan ragam karakter anak-anak, Moms. Dengan begitu, Anda akan memiliki lebih banyak gambaran tentang seperti apa dia dan bagaimana bersikap dengan si kecil.

Jadi para ibu, jika anak Anda adalah seorang Sagitarius, berikut adalah beberapa karakter dan penjelasan umum. Keluarga

Apakah bayi Anda bertanda astrologi Sagitarius? Kenali sifat dan karakter, bu!

1 Cerdas

Anak-anak zodiak Sagitarius dikenal sangat cerdas dan cerdas. Mereka suka mempelajari hal-hal baru dan mengejar hobi baru karena hal-hal menarik bagi mereka. Jadi, jangan heran jika si kecil bisa belajar alfabet atau angka dengan sangat cepat. Keluarga Bahagia

Read More: Yang harus diketahui oleh para ibu adalah kesehatan mental anak

2 Imajinatif

Seorang anak Sagitarius mungkin dibiarkan sendiri dengan pikiran mereka dan masih bisa bersenang-senang berkat itu. Si kecil memiliki imajinasi yang membara dan suka memikirkan skenario over-the-top untuk mengembangkan teman imajiner mereka.

3 Nikmati bepergian

Anak Sagitarius tidak suka duduk di satu tempat, karena sifatnya yang tidak sabar. Inilah mengapa bayi Sagitarius Anda akan menyukainya ketika Anda membawanya ke mana-mana. Kehidupan keluarga harmonis

4 Pilih teman Anda

Anak sagitarius adalah anak yang mandiri dan masih suka bergaul dengan orang lain. Meskipun dia suka pergi keluar, dia cukup selektif dalam memilih teman. Anak Anda juga tidak suka berada di tengah keramaian terlalu lama. Dia bisa membuat ulah dan menangis karena stres karena melihat orang asing di sekitarnya. Ibu dan anak

5 Tidak terlalu disambut untuk diatur

Mereka cenderung berjiwa bebas dan tidak terlalu terkontrol, para ibu. Dia tidak mengerti hukuman yang tidak masuk akal, jadi bersikap logis dengan anak Sagitarius adalah satu-satunya cara untuk menanamkan ketertiban dalam hidupnya. Meski begitu, Anda tetap harus mengajarinya untuk mematuhi aturan, karena itu akan berguna baginya di masa depan juga.

6 Mudah bosan

Anak-anak Sagitarius tidak suka duduk diam dan lebih suka menjelajahi lingkungan sekitarnya. Inilah mengapa dia tidak suka bermain game yang monoton. Mereka mudah bosan dan tidak sabar. Jika sudah begini, sebaiknya alihkan perhatian anak Anda dengan mainan yang menarik atau sesuatu yang mereka sukai.

7 Percaya diri

Seorang anak Sagitarius tahu bagaimana harus bersikap dan tidak menyesalinya. Sebagian dari harga diri mereka berasal dari gagasan bahwa mereka tahu apa yang mereka inginkan. Ciri-ciri ini dapat membuat anak-anak Sagitarius menawan dan menarik.

8 Optimis

Optimisme adalah salah satu ciri anak Sagitarius. Misalnya, kehilangan mainannya atau sesuatu yang dia sukai di suatu tempat, si kecil tidak akan mudah menyerah mencarinya. Dia akan mencoba melakukannya dengan benar dan menemukannya sampai dia bisa.

pengetahuan

Yang harus diketahui oleh para ibu adalah kesehatan mental anak

Banyak orang tua merasa bahwa anak-anak mereka tidak stabil secara mental dan emosional. Jika Anda melakukan kesalahan saat membesarkan anak, tidak akan mempengaruhi kesehatan mental Anda. Ternyata kesehatan mental anak sama pentingnya dengan orang dewasa. Faktanya, itu mungkin terkait dengan keterampilan sosialnya ketika dia lebih tua.

Kesehatan mental merupakan masalah serius di kalangan remaja. Masalah stres, depresi dan gangguan bipolar semakin banyak didengar oleh para remaja ini. Faktanya, tidak jarang beberapa remaja melakukan bunuh diri karena orang tua mereka tidak mengenali kesehatan mental ini sejak awal.

Itu sebabnya Anda sebagai orang tua perlu menyadari masalah kesehatan mental, karena anak masih anak-anak. Anda juga harus memperhatikan menjadi orang tua dan memberi kasih sayang agar anak tumbuh dengan mental yang baik. Keluarga

“Tingkat pendidikannya juga harus baik. Hal ini agar ketika anak berkembang tidak mengalami masalah sosialisasi. Jika kesehatan mentalnya terbengkalai sejak kecil, ia mungkin mengalami gangguan psikologis. Baik masalah kepribadian maupun kerentanan terhadap depresi. Kata Ikhsan Bella Persada. , M.Psi,. Psikolog KlikDokter.

“Perhatian perlu diberikan pada sejumlah faktor yang mempengaruhi kesehatan mental anak. Misalnya faktor pola asuh, lingkungan, asuhan orang tua, dan cara pemberian kasih sayang,” lanjut dr Ikhsan. Keluarga Bahagia

Mengapa anak harus memperhatikan kesehatan mentalnya

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan kesehatan mental anak sejak dini, karena alasan berikut ini.

  1. Agar masalah sosialisasi tidak muncul

Tidak semua anak bisa akur atau memiliki kehidupan sosial yang baik. Terkadang anak Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk bersosialisasi. Ini termasuk masalah pertemanan dan asmara pada masa remaja.

Beberapa anak sangat terikat pada suatu hubungan, misalnya dengan teman atau pacar. Ketika ada masalah dalam hubungan, mereka cenderung menerimanya dengan lebih tegas. Misalnya, anak Anda putus dengan temannya. Anda dapat mengubah sikap Anda dan bersedih selama berhari-hari. Kehidupan keluarga harmonis

Menurut Shelli Dry, seorang terapis okupasi untuk Enable My Child di Amerika Serikat, anak-anak terkadang merasa dunia mereka akan segera berakhir. Asumsi ini muncul ketika mereka gagal menyelesaikan masalah hubungan. Inilah yang menyebabkan mereka stres dan mengalami gangguan kecemasan.

“Mereka sangat fokus untuk mencari kesalahan dengan hubungan yang gagal. Itu membuat mereka lupa untuk belajar menanggapi kegagalan itu untuk orang lain. Inilah yang membuat anak-anak cenderung menyalahkan diri sendiri, ”tambah Shelli Dry.

Read More: Cara mengatasi anak-anak yang memilih makanan

  1. Jangan merasakan tekanan untuk menjadi sempurna di sekolah

Masalah akademik di sekolah juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental pada anak. Apalagi jika mereka merasa tertekan untuk menjadi sempurna dan mendapat nilai bagus di sekolah.

Bahkan, beberapa orang tua memaksa anaknya untuk memilih belajar. Mulai dari pilihan mata pelajaran yang akan diikuti hingga pemilihan lembaga pendidikan yang akan diikuti. Faktanya, itu adalah pilihan yang bagus. Namun, jika anak tidak menyukainya, itu hanya akan membuatnya stres.

Sementara itu, Caroline Clauss-Ehlers, seorang profesor psikologi di New Jersey State University, mengatakan, siswa sekolah menengah khususnya merasakan tekanan tambahan ketika mereka akan masuk perguruan tinggi. Ibu dan anak

“Karena biaya kuliah sangat mahal, ada tekanan lain dari keluarga untuk mengatasi masalah biaya. Para orang tua merasa bahwa anaknya perlu mengambil kelas akselerasi agar bisa mendapatkan beasiswa. Para orang tua berharap mendapat dukungan keuangan dari sekolah. Namun, logika berpikir ini membuat stres anak-anak, ”kata Clauss-Ehlers.

Padahal, tekanan untuk menjadi sempurna ini justru membuat anak merasa stres, risih di sekolah, dan sulit bersosialisasi. Faktanya, beberapa anak bahkan tidak memiliki nilai akademis yang bagus. Setiap kali Anda dihadapkan pada ujian, kecemasan akan menghantui anak Anda. Itu sering kali membuat Anda membenarkan segala macam cara untuk menjadi sempurna.

  1. Tidak mengalami trauma keluarga

Masalah kesehatan mental anak juga bisa karena masalah keharmonisan keluarga. Jangan mengira bahwa anak Anda kurang memahami kondisi orang tuanya. Menurut Clauss-Ehlers, anak-anak dapat mengalami masalah mental berupa kecemasan saat orang tua bercerai, kehilangan pekerjaan, sakit atau meninggal.

“Kecemasan ini muncul pada anak-anak karena merasa situasi tersebut membawa ketidakpastian. Anak merasa ada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di masa depan,” kata Clauss-Ehlers.

Masalah keluarga ini terkadang membawa anak kepada siapapun. Faktanya, anak-anak yang menjadi korban perceraian cenderung mengalami trauma saat menghadapi hubungan asmara. Apalagi jika pemisahan orang tua dilakukan dengan cara yang negatif.

Dalam situasi ini, Clauss-Ehlers mengatakan bahwa orang tua dapat membantu mengurangi kecemasan dengan lebih sering berkomunikasi dengan anak. Berbicara dengan anak merupakan kunci agar anak terhindar dari gangguan mental akibat trauma keluarga.

Inilah alasan mengapa kesehatan mental anak harus dijaga sejak dini. Apalagi jika anak Anda mulai menunjukkan tanda-tanda stres, ada gangguan kecemasan. Jika kesehatan mental terjaga, setidaknya anak akan terhindar dari stres dan depresi.

pengetahuan

Cara mengatasi anak-anak yang memilih makanan

Merawat anak bukanlah hal yang mudah, terutama jika bajingan sangat pilih-pilih tentang makanan. Ibu harus selalu mencari cara menghadapi anak yang memilih makanan tersebut. Misalnya, anak-anak hanya mau makan saat ada hot dog, chicken nugget, atau hamburger. Meski terkadang mengganggu dan menguji kesabaran Anda, sebaiknya ibu tidak mudah menyerah dan selalu menuruti keinginan anaknya. Anak Anda tetap membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang untuk tumbuh kembangnya. Untuk mengurangi kecemasan ibu, berikut beberapa trik yang bisa Anda ikuti untuk menghadapi anak yang pilih-pilih soal makanan. (Baca juga: 5 alasan pentingnya sarapan untuk anak)

Ikuti jadwal makan rutin

para ibu bisa mengatur waktu makan rutin untuk ibu dan anaknya setiap hari. Selain waktu makan wajib, ibu juga harus menyertakan jajanan sehat untuk anaknya. Hal terpenting adalah anak Anda makan dalam jumlah sedang. Karena jika anak Anda terlalu banyak makan jajan, dikhawatirkan ia akan kenyang dan tidak nafsu makan pada saat makan. Keluarga

Read More: Cara agar membiasakan si anak untuk mengkonsumsi makanan sehat

Ajaklah anak-anak untuk menyiapkan makanan

Dari waktu ke waktu, Anda bisa mengajak anak Anda untuk berpartisipasi dalam menyiapkan makanan bersama. Anda bisa mulai dengan mengajak anak Anda ke pasar. Biarkan dia memilih sayuran, buah atau daging apa pun yang dia inginkan. Berikan penjelasan edukatif jika Anda memilih makan makanan tidak sehat, seperti makanan kaleng atau fast food lainnya. Keluarga Bahagia

Sesampainya di rumah, Anda bisa meminta anak Anda untuk membantu Anda mencuci, memotong, mengaduk adonan, atau menata meja. Dengan cara ini niscaya si kecil akan menghargai makanan dan usaha ibu serta usahanya sendiri dalam menyiapkan makanan, sehingga ia tidak banyak menuntut dan mau menyelesaikan makannya. Kehidupan keluarga harmonis

Hargai pilihan anak Anda

Memaksa anak Anda untuk makan makanan yang tidak mereka sukai juga bukanlah cara yang efektif untuk mengajar mereka untuk tidak memilih makanan. Apalagi jika sang ibu terus memarahinya karena sikapnya yang menuntut. Sebagai alternatif, ibu dapat menyajikan makanan pilihan ibu yang dicampur dengan makanan favori t anak. Dengan cara ini, anak Anda akan mengira bahwa menu yang Anda sajikan lebih merupakan variasi dari makanan favoritnya. Anak juga tidak akan marah atau dipaksa, karena ibunya menghormati pilihannya. Ibu dan anak

pengetahuan

Cara agar membiasakan si anak untuk mengkonsumsi makanan sehat

Membiasakan makan makanan sehat memang tidak mudah, apalagi bagi anak-anak. Sebagian besar makanan sehat cenderung terasa tidak enak, membuat anak Anda menjadi pemilih makanan. Meskipun terkadang dapat mengganggu, kebiasaan pilih-pilih makanan sebenarnya merupakan proses alami dan dapat terjadi pada anak-anak.

Dalam hal makanan, anak-anak sering kali memilih hal-hal yang mereka sukai dan mereka sukai. Sayangnya, jika tidak ditangani dapat membuat anak-anak berisiko mengalami malnutrisi akibat kurangnya makanan bergizi dan sehat. Padahal, pola makan sehat dan gizi seimbang sangat diperlukan selama masa pertumbuhan anak.

Jadi, bagaimana Anda mengajak anak Anda makan makanan sehat?

1 Ubah menu
Salah satu tips yang bisa dilakukan agar si kecil mau makan makanan sehat adalah dengan mengganti menu. Jika anak sangat menyukai suatu makanan, misalnya sosis, ibu dapat membuat makanan jenis ini lebih sehat. Cobalah membuat hot dog herbal Anda sendiri. Atau bunda bisa mengolah hot dog dengan cara menumisnya dengan berbagai jenis sayuran. Keluarga

2 Kurangi makanan tidak sehat
Salah satu faktor yang membuat anak enggan mengonsumsi makanan sehat adalah kebiasaan makan yang tidak sehat, terutama sebelum makan. Saat makan makanan tidak sehat, anak akan merasa kenyang dan tidak ada lagi ruang untuk makanan sehat masuk. Nah, untuk menghindarinya, para ibu bisa mulai dengan mengurangi porsi konsumsi makanan tidak sehat pada anak-anaknya.

Lakukan ini perlahan. Anda dapat secara bertahap mengurangi asupan makanan atau camilan tidak sehat pada anak Anda. Seiring waktu, anak Anda akan terbiasa dan mulai “beralih” ke makanan sehat. Keluarga Bahagia

3 Makanan berwarna
Agar anak Anda lebih bersemangat makan makanan sehat, cobalah membuat hidangannya lebih berwarna. Hal tersebut dilakukan dengan memilih jenis sayuran yang berwarna-warni. Anda bisa memilih sayuran seperti wortel, kacang-kacangan, paprika dan tomat. Kehidupan keluarga harmonis
Semakin banyak warna pada hidangan, semakin menggoda selera anak Anda. Selain jenis sayurnya, bunda juga bisa mengatasi masalah ini dengan memilih masakan berwarna cerah, misalnya merah.

Read More: Alasan memberikan makanan yang sehat bagi si anak

4 Mulailah dengan porsi kecil
Mengajari anak makan dengan sehat bisa dimulai dengan porsi kecil terlebih dahulu. Dengan begitu, anak Anda tidak akan kesulitan menghabiskan makanannya. Cara ini juga bertujuan agar anak tidak berusaha terlalu keras bahkan sampai muntah makanan.
Meski porsinya kecil, setidaknya ada makanan sehat yang masuk ke tubuh. Pastikan bunda rutin memberikan makanan sehat untuk anaknya, agar lidahnya semakin paham dengan rasa makanan tersebut. Ibu dan anak

5 Gabungkan makanan
Trik selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah memadukan pola makan sehat dengan menu favorit anak Anda. Jika anak Anda termasuk tipe yang sangat teliti dan enggan makan jika melihat sesuatu yang aneh di tengah makanan, bunda bisa mengolah makanan sehat dan mencampurkannya ke dalam hidangan anak. Misalnya, haluskan daun bayam lalu masukkan ke dalam adonan kue favorit anak Anda.

pengetahuan

Alasan memberikan makanan yang sehat bagi si anak

Pemberian makanan yang sehat untuk anak sejak kecil sangat baik untuk tumbuh kembangnya. Tidak hanya memastikan pertumbuhan yang optimal, tetapi juga dapat menurunkan risiko anak terserang penyakit kronis di masa dewasa.

Sebagai titik awal untuk menanamkan kebiasaan pada anak ini, tentunya Anda perlu jeli dalam memilih beragam makanan sehat. Jika ingin kebutuhan nutrisi tercukupi, pahami makanan bayi bergizi yang harus ada di menu harian Anda. Keluarga

Mengapa penting memberikan makanan sehat untuk anak?

Secara tidak sengaja, kesibukan bekerja atau beraktivitas setiap hari terkadang menyebabkan orang tua kurang memperhatikan dalam memilih sumber makanan sehat untuk anak.

Atas dasar ini, sebagian besar anak suka membeli jajanan yang tidak sehat karena tidak memahami efek sampingnya.

Ambil gorengan, makanan penutup kaya gula, atau camilan yang banyak mengandung pewarna makanan. Keluarga Bahagia

Kebiasaan ini dikhawatirkan bisa berlanjut hingga dewasa, yang kemudian berdampak negatif bagi kesehatan.

Agar serangan penyakit tidak hanya bisa dicegah, pemberian makanan bergizi kepada anak juga menawarkan segudang manfaat seperti:

Menstabilkan suplai energi dalam tubuh.
Memperbaiki mood (mood).
Membantu menjaga berat badan ideal.
Membantu mencegah masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan ADHD.

Sedangkan jika tidak terbiasa mengonsumsi makanan bergizi sejak dini, risiko anak terserang penyakit kronis juga lebih tinggi. Kehidupan keluarga harmonis

Dari penyakit jantung, diabetes, hipertensi hingga obesitas di usia dewasa.

Read More: Menjaga kesehatan ana berusia 1-2 Tahun

Maka dari itu mulai saat ini perlu dibudidayakan pola makan yang sehat untuk membantu menunjang tumbuh kembang anak.

makanan untuk mencegah kram otot

Untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah, bahkan dalam masa perkembangan anak usia 6 sampai 9 tahun, tidak hanya porsi makanan yang harus diperhatikan. Ibu dan anak

Pemberian makanan sehat untuk anak membantu mendukung perkembangan kognitif dan fisik anak.

Namun, keragaman sumber makanannya tidak boleh luput dari perhatian.

Sebelum memberikan makanan sehat kepada anak, Anda perlu mengetahui berbagai pilihan dari sumber terbaik.

Berikut rangkaian makanan bergizi untuk anak setiap hari:

  1. Makanan sumber karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi otak yang dibutuhkan dalam berbagai proses metabolisme.

Ini karena ketika karbohidrat masuk ke dalam tubuh, mereka segera diubah menjadi glukosa atau gula darah.

Selain itu, glukosa juga menghasilkan energi untuk semua pekerjaan organ, sel, dan jaringan tubuh.

Karbohidrat sebagai sumber makanan sehat untuk anak ada dua jenis, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks.

Keduanya memiliki sumber makanan yang berbeda. Gula merah, gula putih, madu, permen, soda, dan kue adalah beberapa makanan yang mengandung karbohidrat sederhana.

Sedangkan sumber makanan karbohidrat kompleks antara lain gandum, pasta, kacang-kacangan, kentang, roti, nasi serta aneka buah dan sayur.

  1. Sumber serat makanan

Jika ingin menyajikan sepiring makanan bergizi untuk anak, pastikan menyertakan sumber serat.

Pasalnya, serat bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan dan menormalkan gula darah, mencegah berbagai penyakit jantung, dan menjaga berat badan yang ideal.

Tak hanya itu, sumber makanan sehat untuk bayi ini juga bisa membuat kenyang lebih lama.

Seperti halnya karbohidrat, ada dua jenis serat. Termasuk serat larut dan tidak larut air.

Opsi sumber serat yang berbeda adalah sebagai berikut:

  • Sayur-mayur
  • buah
  • Kacang, seperti kedelai
  • Biji-bijian utuh
  • Pasta gandum
  • Roti gandum utuh

Cobalah untuk memilih makanan segar, seperti buah dan sayuran segar, daripada makanan kaleng atau kering.

Karena sebagian besar makanan kemasan mengandung natrium dalam jumlah tinggi, itu tidak baik untuk kesehatan si kecil.

  1. Makanan sumber protein yang sehat untuk anak

Selain menjadi zat terpenting bagi perkembangan tubuh, protein juga berfungsi menggantikan jaringan yang rusak.

Anak membutuhkan protein sebagai sumber makanan yang sehat untuk menunjang proses tumbuh kembangnya.

Ada dua jenis protein yang dapat Anda berikan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian bayi Anda, yaitu protein hewani dan nabati.

Pangan sumber protein hewani berupa daging merah, ayam, ikan, telur, susu dan produk olahan susu seperti keju dan yogurt.

Terkadang orang tua dapat memberikan susu kepada bayi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Sedangkan makanan dengan sumber protein nabati antara lain kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, tempe, oncom, gandum, dan oat.

  1. Makanan sumber lemak sehat untuk anak

Hampir 60 persen otak manusia terdiri dari lemak. Inilah mengapa lemak menjadi salah satu molekul penting yang harus ada pada sumber makanan sehat untuk anak.

Asam lemak omega-3, misalnya, dapat membantu perkembangan otak pada bayi dan anak-anak.

Meski dibutuhkan dalam jumlah yang cukup, bukan berarti Anda bisa memberikan terlalu banyak makanan berlemak.

Perlu diketahui bahwa lemak dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu lemak baik dan lemak jahat.

Sumber makanan berlemak yang baik termasuk kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, minyak canola, biji-bijian, ikan, dan telur.

Beberapa jenis sumber lemak baik memiliki kandungan lemak tak jenuh yang cukup tinggi sehingga dapat bermanfaat sebagai makanan bergizi bayi.

Hal ini berbeda dengan sumber makanan berlemak jahat, yang terdiri dari lemak trans dan lemak jenuh, antara lain gorengan, santan, fast food, dan makanan kemasan.

  1. Makanan sumber vitamin dan mineral.

Selain memberikan sumber makanan bergizi dengan kandungan makronutrien untuk anak, pemberian mikronutrien juga penting dilakukan.

Mineral dan vitamin untuk anak merupakan sumber mikronutrien yang juga harus dimasukkan dalam makanan sehari-hari.

Tentunya karena vitamin dan mineral membantu mendukung fungsi otak, perkembangan organ, sistem saraf pusat dan otot.

Beberapa pilihan sumber makanan yang bisa Anda sediakan untuk anak antara lain sayur mayur, buah-buahan, makanan hewani, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.

Padahal, banyak sumber vitamin dan mineral yang dapat mencukupi kebutuhan gizi harian anak.

Seiring dengan banyaknya jenis vitamin dan mineral, maka semakin banyak pula pilihan makanan.

Berikut beberapa jenis makanan sumber vitamin dan mineral yang dapat diolah sebagai makanan anak:

  • Alpukat
  • pisang
  • Blewah
  • Sayuran hijau (seperti brokoli)
  • jus jeruk
  • Pepaya
  • Kacang dan buncis
  • Kentang dengan kulit
  • Tomat
  • Ikan, kerang, dan tiram
  • Produk susu rendah lemak atau tanpa lemak
  • Kacang (termasuk almond, buncis, kacang polong, kacang tanah dan kedelai)

Padahal, dalam beberapa kasus, pemberian vitamin untuk menambah nafsu makan anak bisa membantu meningkatkan nafsu makan anak yang mengalami kesulitan makan.

pengetahuan

Menjaga kesehatan ana berusia 1-2 Tahun

Usia 1 hingga 2 tahun merupakan masa keemasan anak-anak, karena ini merupakan masa 1000 hari pertama kehidupan. Di usia tersebut, segala sesuatu yang Anda peroleh (terutama nutrisi) memengaruhi tumbuh kembang di kemudian hari, bahkan hingga dewasa. Itulah sebabnya kebanyakan orang tua berupaya keras untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan yang optimal.

Mengingat semakin banyaknya minat terhadap benda, tidak jarang anak-anak menang dan bermain sambil memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya. Itu sebabnya para ibu perlu bekerja lebih keras untuk menjaga kesehatan anaknya. Tidak hanya menjaga Anda 24 jam sehari, tetapi membantu Anda menerapkan gaya hidup sehat sejak usia dini. Keluarga

Tips menjaga kesehatan anak usia 1 hingga 2 tahun

Berikut beberapa tips menjaga kesehatan anak usia 1 hingga 2 yang bisa bunda terapkan:

  1. Berikan ASI Eksklusif

Menyusui adalah cara yang tepat bagi ibu dan anak untuk menjalin ikatan dan pada saat yang sama memberikan nutrisi paling alami. Namun, menyusui langsung mungkin tidak dapat dilakukan untuk semua ibu. Karena menyusui membutuhkan banyak waktu dan dedikasi untuk memberikan pola makan yang sehat. dan menyusui sepanjang waktu. Dirilis dari WebMD, ASI mengandung antibodi yang membantu anak Anda melawan virus dan bakteri. Tentunya hal ini sangat penting untuk membantu membangun imunitas anak yang masih berkembang.

Read More: Alasan jika terjadi kejang pada anak anda

  1. Dapatkan imunisasi

Imunisasi adalah program pemberian vaksin pada tubuh anak untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit. Pada usia 1-2 tahun, anak Anda harus divaksinasi polio, DPT ulang, MMR (campak, gondongan dan rubella), tifus, hepatitis A, flu, cacar air dan pneumokokus. Keluarga Bahagia

Selain vaksinasi, ibu juga perlu memberikan vitamin kepada anaknya untuk menjaga kesehatan. Cukup buka fungsi Beli obat dan pesan obat atau vitamin yang Anda butuhkan. Setelah itu, bunda hanya perlu menunggu kurang dari 1 jam sampai pesanan sampai. Kehidupan keluarga harmonis

  1. Jaga asupan makanan anak Anda

Apa yang anak Anda makan memengaruhi kesehatannya, sehingga para ibu harus memperhatikan dan menjaga pola makan anaknya. Padahal, di usia ini, anak Anda sudah bisa mengonsumsi makanan yang sudah biasa, asalkan tekstur makanannya masih empuk. Ini karena Anda hanya bisa makan makanan yang diketahui saat Anda berusia lebih dari dua tahun. Sejak peluncuran CDC, para ibu telah menyediakan banyak sayuran, buah-buahan, dan produk gandum untuk menjaga kesehatan anak-anaknya. Hindari memberinya gula dan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh.

  1. Perhatikan waktu tidur anak Anda

Tidur tidak hanya mengurangi rasa kantuk, tetapi juga baik untuk tumbuh kembang. Tidur yang cukup dapat meningkatkan daya tahan, mendukung pertumbuhan dan perkembangan, serta memengaruhi tingkat kognitif.

Anak-anak berusia 1 hingga 2 tahun membutuhkan 12 hingga 14 jam tidur sehari. Ini termasuk jumlah jam tidur siang, yaitu 1 sampai 3 jam sehari. Jadi pastikan anak Anda cukup tidur untuk tumbuh kembang yang optimal.

Kebanyakan anak seusia itu akan mengeksplorasi segala sesuatu di sekitar mereka. Maka tak heran jika banyak anak suka bermain dengan tanah, air dan benda lainnya. Namun, wajar jika aktivitas ini tidak membuat Anda sakit akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Cara mudah untuk melakukannya adalah dengan mengajari anak Anda tentang praktik mencuci tangan dan kaki dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan sebelum tidur. Ibu dan anak

pengetahuan

Alasan jika terjadi kejang pada anak anda

Mengenali Penyebab Kejang pada Anak Sebelum menjelaskan hal-hal yang dapat menyebabkan anak mengalami kejang, perlu diketahui bahwa sel saraf (neuron) di otak memproduksi, mengirim dan menerima impuls listrik, yang memungkinkan sel saraf. otak berkomunikasi. Keluarga

Apa pun yang mengganggu jalur komunikasi ini dapat menyebabkan kejang. Berikut beberapa penyebab kejang pada anak yang harus dipahami orang tua, di antaranya:

1 Epilepsi Penyebab paling umum dari kejang adalah epilepsi. Namun tidak semua orang yang mengalami kejang mengalami epilepsi. Juga dikenal sebagai epilepsi, penyakit ini terjadi ketika impuls listrik di otak melebihi batas normal. Kondisi ini dapat menyebar ke daerah sekitarnya dan menimbulkan sinyal listrik yang tidak terkontrol. Sinyal yang juga dikirim ke otot ini menyebabkan kejang. Kita semua berbeda dalam hal tingkat keparahan, beberapa berlangsung selama beberapa detik atau menyebabkan gerakan berulang. Keluarga Bahagia

Read More: Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum #2

2. Meningitis Peradangan yang terjadi pada meninges, lapisan pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang, juga bisa menjadi penyebab kejang pada anak. Meski kondisi ini memiliki gejala mirip flu, orang tua harus tahu bahwa selain menyebabkan kejang, juga bisa menyebabkan leher kaku.

3. Hiponatremia Hiponatremia adalah suatu kondisi dimana kadar natrium (natrium) dalam darah berada di bawah batas normal. Padahal, natrium memiliki banyak fungsi untuk tubuh. Jika kadar natrium turun dengan cepat, beberapa gejala yang dapat terjadi adalah kejang, mual, muntah, sakit kepala, lemas, kolik yang menyebabkan penurunan kesadaran. Kehidupan keluarga harmonis

4. Cedera kepala Cedera kepala adalah kondisi di mana kepala terkena benturan ke luar dan dapat menyebabkan penurunan fungsi otak. Trauma kepala itu sendiri ringan, sedang dan parah. Penyebab kejang pada anak biasanya terjadi saat anak mengalami cedera sedang hingga berat.

5. Tumor otak Penyebab kejang pada anak selanjutnya bisa juga disebabkan oleh tumor otak. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan genetik atau mutasi pada sel otak, namun penyebab perubahan genetik tersebut belum dapat dipastikan. Gejala tumor otak bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, lokasi tumor dan kecepatan pertumbuhannya. Selain kejang, kondisi ini juga bisa menyebabkan gangguan saraf dan sakit kepala. Ibu dan anak

6. Hidrosefalus Akumulasi cairan di rongga otak, atau sering disebut hidrosefalus, dapat meningkatkan tekanan di otak. Pada bayi / anak, kondisi ini bisa menyebabkan kepala membesar. Selain perubahan ukuran kepala, gejala yang mungkin dialami anak adalah kejang, lekas marah, kantuk, muntah, keengganan untuk menyusui dan keterlambatan pertumbuhan.

7. Penurunan kadar oksigen di otak Selain otak, kondisi yang disebut juga hipoksia serebral juga dapat menyebabkan kerusakan sel, jaringan, dan organ lain. Semua orang dengan kondisi ini mungkin memiliki gejala yang berbeda, beberapa di antaranya muncul secara tiba-tiba dan memburuk dengan cepat (akut) atau berkembang perlahan (kronis).

pengetahuan

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum #2

Alihkan perhatian anak Saat anak mulai mengalami gejala tantrum, seperti marah, menangis, atau berteriak, segera alihkan perhatiannya pada sesuatu yang menarik. Misalnya mengajak anak keluar untuk melihat layang-layang atau membuat lelucon tentang binatang sampai anak tersebut lupa apa yang membuatnya menangis.

Read More: Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum #1

7. Ajari Anak Berkomunikasi Seringkali, amukan terjadi karena anak tidak memiliki kemampuan berekspresi yang baik. Anak-anak tidak bisa mengatakan apa yang mereka inginkan sampai menangis atau marah adalah satu-satunya pilihan. Jadi, mulailah mengajari anak cara berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Beri tahu anak bagaimana mengatakan atau mengekspresikan: “Saya ingin ini, saya tidak suka, saya lapar, saya lelah …” dan seterusnya. Ketika anak-anak tahu bagaimana mengekspresikan diri, mereka tidak lagi mengamuk. Keluarga

8. Ajarkan anak tentang perilaku yang baik Bagaimana menghadapi anak dengan amukan, memberi perhatian khusus kepada anak. Ajari anak untuk bertingkah laku, seperti tidak berteriak saat minta susu atau menangis saat tidak makan permen. Juga nyatakan pilihan ekspresi dan cara lain yang harus dilakukan anak. Kemudian puji dan beri hadiah kepada anak-anak ketika mereka mendengarnya.

9. Hindari situasi yang menimbulkan tantrum Orang dewasa juga sering membuat anak marah, menangis, dan memancing luapan. Misalnya, jangan perlihatkan mainan anak pada waktu makan siang karena Anda tahu anak Anda lebih suka bermain daripada makan. Jika Anda tidak bermain-main dengan mainan ini, anak Anda cenderung mudah marah.

11. Ketahui batasan anak Wajar jika anak sesekali khawatir, sehingga orang tua perlu memahami. Biasanya anak yang lelah atau mengantuk akan lebih gelisah dan nampak mudah tersinggung. Jangan memarahinya, lebih baik buat anak segera minum susu, lalu tidur siang. Keluarga Bahagia

12. Orang tua harus sabar dan mengerti Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tantrum adalah bagian penting dari pembelajaran emosional bagi anak dan orang tua. Anak yang mengamuk juga bisa sangat marah dan menyebalkan, tetapi bersabarlah. Perawatan dan pendidikan anak usia 1 sampai 5 tahun sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Periode ini adalah masa keemasan anak-anak. Jika orang tua melakukan kesalahan atau merawatnya dengan tidak tepat, hal itu akan mempengaruhi perkembangan sampai anak tumbuh besar. Kehidupan keluarga harmonis

13. Kunjungi dokter Anda dapat mempertimbangkan untuk menemui dokter anak jika gejala tantrum anak Anda sangat mengkhawatirkan dan Anda merasa tidak dapat mengatasinya. Temui dokter Anda segera jika gejala tantrum anak Anda terjadi sangat sering dan dalam waktu lama, atau jika tidak berhenti saat anak berusia 4 tahun. Bantuan dan nasehat dokter dapat membantu perkembangan fisik dan emosi anak. Demikian pembahasan bagaimana menangani anak pemarah dengan bijak. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para orang tua yang sedang belajar menjadi ayah. Ibu dan anak

pengetahuan

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum #1

Apakah tantrum itu? Tantrum adalah ledakan emosi yang biasa terjadi pada anak-anak ketika mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Ekspresi emosi tersebut dapat berupa amarah, tangisan, tantrum, jeritan, pemukulan, gigitan, dan bentuk tantrum lainnya. Anak-anak bisa saja mengamuk ketika mereka lapar, haus, lelah atau menginginkan sesuatu.

Secara umum, tantrum biasanya terjadi pada anak usia 1-3 tahun, namun hal tersebut normal terjadi pada anak hingga usia 5 tahun. Menghadapi tingkah anak-anak Orang tua sering merasa bingung dan kewalahan oleh anak-anak yang menderita tingkah. Terkadang, orang tua terbawa emosi, meskipun amukan adalah proses normal bagi perkembangan emosional anak mereka. Oleh karena itu, pelajari cara memperlakukan anak dengan amukan berdasarkan pengetahuan orang tua yang benar, sebagai berikut:

  1. Tetap tenang Sebagai orang tua yang baik, Anda perlu tetap tenang saat anak mulai “mengamuk”. Jika Anda tidak terprovokasi secara emosional, hal itu akan membuat anak Anda semakin marah dan lepas kendali. Jika perlu, tarik napas dan buang napas perlahan. Jadi, coba tanyakan apa yang diinginkan bayi dengan nada lembut. Perlahan ajak anak mengungkapkan apa yang membuat mereka menangis dan marah.

2. Perhatikan anak Selalu perhatikan anak, jangan hanya saat gejala tantrum muncul. Biasakan untuk memahami dan berbicara dengan anak Anda. Jika perlu, berikan hadiah atau pujian kepada anak ketika dia mendengarkan dan memperhatikan Anda. Keluarga

Read More: Masa kanak-kanak identik dengan saat-saat paling lucu untuk bermain

3. Beri anak Anda pilihan Anak bisa meminta sesuatu, misalnya mainan robot, dan Anda akan berkata “tidak!” Hindari menolak anak dengan mengatakan “tidak” atau “tidak” karena anak akan dibuat merajuk dan mengamuk. Lebih baik, berikan anak-anak pilihan agar mereka juga dapat mengontrol diri mereka sendiri. Misalnya, “Apakah Anda ingin membeli robot mainan atau pergi ke taman dan bermain dengan teman lain?” Jika anak tidak mau mandi, berikan pilihan “setelah mandi kita pergi ke taman atau jika tidak mandi kita tidak akan bermain di taman”. Pilihan-pilihan ini akan membuat anak-anak berpikir dan mengenali konsekuensi dari pilihan mereka. Keluarga Bahagia

4. Letakkan benda berbahaya di dekat anak Saat anak mengamuk, biasanya mereka memukul dan melempar benda yang juga bisa dijangkau. Anda harus menjauhkan benda-benda berbahaya dari anak Anda, meskipun hal ini terkadang tidak memungkinkan saat Anda pergi. Kami menganjurkan agar Anda menenangkan bayi dengan menggendongnya hingga ia tenang. Usahakan untuk meminimalkan gejala tantrum pada anak agar tidak terlalu meledak. Kehidupan keluarga harmonis

5. Ajari anak kegiatan baru Bagaimana mencegah serangan rabies dengan mengajari mereka kegiatan atau keterampilan baru sampai mereka berhasil. Berikan pujian atau hadiah kepada anak jika Anda bisa. Dengan begitu, anak akan belajar mengendalikan emosinya dan tidak selalu mengamuk.

6. Memahami perasaan anak Penting untuk memahami perasaan dan kondisi anak. Jika Anda lapar, haus, atau lelah, anak Anda cenderung lebih mudah mengamuk. Kurangi risiko tantrum dengan berbicara kepada anak Anda tentang apa yang dia rasakan dan inginkan. Ibu dan anak

pengetahuan

Masa kanak-kanak identik dengan saat-saat paling lucu untuk bermain

Jadi Anda wajib memberi si kecil makanan energi setiap hari karena anak-anak cenderung lebih aktif daripada orang dewasa. Salah satu cara untuk meningkatkan kebutuhan energinya adalah dengan memberikan makanan yang kaya gizi, salah satunya dengan memberikan susu Nutren Junior.

Protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan si kecil setiap hari. Protein dapat diibaratkan sebagai bahan pembangun tubuh yang berfungsi untuk membangun otot, memproduksi hormon, serta memperkuat kulit dan tulang. Jumlah protein yang tidak mencukupi mempengaruhi hampir setiap aspek fungsi tubuh. Akibatnya, kondisi ini menimbulkan beberapa gejala, sebagai berikut:

1 Sulit berkonsentrasi

Kesulitan berkonsentrasi adalah pertanda bayi Anda kekurangan asupan protein. Beberapa perilaku yang mungkin dialami oleh seorang ibu saat mengalami kondisi ini adalah ketidakmampuan untuk duduk diam, kesulitan mengikuti arahan, kesulitan belajar dan mudah tersinggung. Jika si kecil mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya mulai atur asupan protein harian dengan memberikan makanan berprotein tinggi.

2 Pertumbuhan lambat

Protein tidak hanya membantu menjaga massa otot dan tulang, tetapi juga penting untuk pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, kekurangan protein berdampak negatif pada proses tumbuh kembang si kecil. Padahal, stunting merupakan tanda gizi buruk yang paling umum pada anak. Keluarga

Oleh karena itu, untuk mencegah kondisi tersebut, ibu harus berhati-hati dalam mengatur menu makanan si kecil agar gizinya selalu tercukupi. Selain memberikan makanan yang bergizi dan menstimulasi, para ibu juga bisa memberi makan si kecil susu Nutren Junior untuk menunjang pertumbuhannya. Susu Nestle Nutren Junior mengandung whey protein berkualitas tinggi sebagai sumber protein yang baik untuk bayi. Susu ini juga bebas laktosa dan gluten, jadi sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Selain bisa mengoptimalkan kenaikan berat badan anak, rasa susu yang enak ini pasti akan menyenangkan hati anak. Keluarga Bahagia

Untuk informasi lebih lengkap mengenai produk ini, Anda juga bisa cek langsung di website Nestlé Health Science Indonesia atau di kemasan Nestlé Nutren Junior.

3 Masalah kulit, rambut dan kuku

Tanda kekurangan protein lainnya adalah masalah kulit, rambut, dan kuku, yang sebagian besar terbentuk melalui protein. Kulit kering, kemerahan, rambut menipis, perubahan warna rambut, rambut rontok, dan kuku rapuh juga merupakan gejala yang mungkin dialami si kecil saat ia kekurangan protein. Padahal, gejala tersebut bisa muncul jika bayi Anda mengalami kekurangan protein yang parah. Kehidupan keluarga harmonis

4 Mudah sakit

Kekurangan protein juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi lebih dari biasanya. Selain itu, daya tahan tubuh si kecil cenderung belum sepenuhnya terbentuk sehingga membuatnya rentan terhadap berbagai penyakit.

Read More: Kapankah si kecil akan berhenti untuk tidur siang?

Jadi bila ibu merasa anaknya mudah sakit, hal ini bisa terjadi karena ia tidak mendapat cukup protein. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang nutrisi si kecil, bicarakan dengan dokter spesialis anak konsultan nutrisi Halodoc. Melalui aplikasi tersebut, ibu dapat berkomunikasi dengan dokter kapan pun, di mana pun melalui chat dan panggilan suara / video.

5 Menurunkan massa otot

Otot menjadi penyimpan protein terbesar di dalam tubuh. Jadi ketika bayi Anda kekurangan protein dalam makanan, tubuh secara otomatis mengambil protein dari otot untuk memelihara jaringan dan fungsi penting. Akibatnya, kekurangan protein bisa menyebabkan bayi kehilangan massa otot. Ketika ibu meningkatkan asupan protein bayinya dengan makanan penambah energi, tubuhnya dapat memperlambat kerusakan otot. Ibu dan anak

pengetahuan

Kapankah si kecil akan berhenti untuk tidur siang?

Bayi menghabiskan waktunya untuk tidur. Tidak hanya di malam hari, tapi juga di siang hari. Ini karena bayi masih terbiasa dengan lingkungan perut ibunya. Namun, seiring berjalannya waktu, itu akan beradaptasi dan meningkatkan jam tidur Anda menjadi lebih normal. Peralihan ini menyebabkan anak kecil sering perlu tidur di siang hari. Namun, tahukah Anda bila bayi berhenti tidur di siang hari?

Kapan bayi berhenti tidur?

Meski dalam masa transisi, anak-anak tetap membutuhkan tidur siang. Menurut laman Kids Health, tidur siang mencegah bayi menjadi lelah. Anda akan mengerti bahwa anak-anak yang berjalan dan berlari harus sangat aktif dalam permainan. Keluarga

Selain itu, tidur juga dapat meningkatkan mood bayi. Kondisi ini sangat membantu anak untuk memperluas hubungan dengan teman dan orang di sekitarnya karena mood yang baik.

Read More: Cara untuk menjaga kesehatan anak yang baik

Tidur siang juga memberi istirahat pada otak bayi. Artinya otak akan menjadi lebih jernih dan memungkinkan anak belajar banyak hal dengan lebih baik.

Meski begitu, kebiasaan bayi tidur di siang hari akan berangsur-angsur hilang seiring berjalannya waktu. Saat berhenti, mungkin tidak ada nomor yang ditentukan. Keluarga Bahagia

Setiap anak mengalami perubahan kebiasaan dan sikap yang berbeda. Terlihat pada usia 2 tahun atau bahkan lebih, yaitu sekitar 5 tahun berhenti tidur di siang hari. Kehidupan keluarga harmonis

Bahkan jika bayi Anda tidak lagi tidur siang, dia bisa tidur lebih awal di malam hari. Sehingga tidak akan menimbulkan masalah karena jam tidur masih cukup. Ibu dan anak

berita

Cara untuk menjaga kesehatan anak yang baik

Kesehatan anak adalah nomor satu. Inilah yang umumnya ada di benak setiap orang tua. Masalahnya, menjaga kesehatan si kecil tidak semudah membalikkan telapak tangan. Belum lagi kesehatan anak juga dipengaruhi oleh banyak faktor, selain kebiasaan rumah tangga, seperti lingkungan dan iklim.

Para orang tua perlu memikirkan hal-hal yang perlu diajarkan agar anaknya terbiasa hidup sehat. Berikut tips yang bisa Anda coba untuk membantu menjaga kesehatan bayi, agar bayi tidak mudah sakit dan bisa berkembang secara maksimal.

Cara menjaga kesehatan tubuh bayi agar tidak mudah sakit
Dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih mudah terserang penyakit. Ini karena sistem kekebalan pada usia tersebut belum terbentuk sempurna. Tak heran, ternyata banyak anak yang rentan tertular flu akibat cacar. Meski tidak bisa melindungi anaknya 24 jam sehari, beberapa langkah berikut bisa membantu mengurangi risiko anak terserang penyakit sehingga kesehatan anak tetap terjaga.

Read More: Asupan Protein yang baik akan berpengaruh dengan energi si anak

1 Biasakan anak rajin mencuci tangan

Membiasakan bayi Anda untuk rajin mencuci tangan dengan cara yang benar merupakan salah satu langkah paling sederhana dalam menjaga kesehatan anak. Ajari anak Anda untuk mencuci tangan setelah membuang ingus, menggunakan kamar mandi dan sebelum dan sesudah makan. Dengan melakukan ini, Anda akan membantu anak Anda mengurangi risiko penyakit dan mencegahnya menularkannya kepada orang lain, termasuk teman-temannya di sekolah. Keluarga

2 Memperkuat sistem kekebalan bayi

Penyakit ini bisa dihindari, selama anak memiliki daya tahan tubuh yang baik. Untuk memperkuat sistem kekebalan bayi Anda, pastikan ia cukup tidur, makan makanan sehat, dan berolahraga secara teratur. Memastikan kesehatan mentalnya juga penting untuk memperkuat sistem kekebalan bayi. Kemudian, lakukan langkah-langkah berikut agar anak tidak terlalu stres menjalani hidupnya baik di sekolah maupun di rumah. Pastikan dia punya cukup waktu untuk bermain dan bercanda dengan orang-orang terdekatnya. Keluarga Bahagia

3 Ajarkan kebiasaan sehat

Ajari anak Anda untuk tidak terus-menerus menggosok mata dengan tangan, karena kuman dari tangan dapat masuk ke mata mereka. Selain itu, jangan berbagi gelas atau sikat gigi dengan orang lain, karena dapat menularkan kuman. Selain itu, ajari anak Anda untuk menutup mulut dan hidungnya saat bersin atau batuk, dan tidak terlalu dekat dengan orang yang sedang batuk atau bersin. Karena kuman bisa berpindah-pindah, membuat anak sakit. Kehidupan keluarga harmonis

4 Berikan vaksinasi dan pemeriksaan rutin untuk anak-anak

Membiasakan anak dengan pemeriksaan kesehatan rutin seperti pemeriksaan gigi dan mata akan membantu diagnosis dini jika anak mengidap penyakit tertentu. Langkah ini juga merupakan langkah pencegahan penyakit yang efektif, dan juga sangat penting dilakukan pemberian vaksin, agar anak terlindungi dari berbagai virus dan bakteri yang merugikan. Pastikan anak Anda sudah mendapatkan imunisasi dasar yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

5 Sajikan makanan sehat untuk anak-anak

Pemberian makanan sehat merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan anak. Jadi daripada memberi anak makanan tinggi lemak, tinggi gula, berkalori tinggi, seperti fast food, sajikan makanan sehat di rumah agar anak terbiasa makan makanan olahan yang segar dan bergizi. Pastikan Anda memiliki beragam makanan sehat dalam satu piring, seperti sayuran, daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan.

6 Sesuaikan porsi makan anak

Anda perlu memastikan bahwa anak makan cukup, tidak terlalu sedikit, tetapi tidak terlalu banyak: jika Anda makan terlalu sedikit, anak bisa menjadi kurang gizi dan kurang gizi, sehingga ia mudah terserang penyakit. Sementara itu, jika Anda makan berlebihan, dikhawatirkan anak Anda akan terserang diabetes, yang jelas tidak baik untuk kesehatannya. Ibu dan anak

7 Dorong anak untuk aktif

Bermain atau menonton film kartun di televisi, tentu saja menyenangkan banyak anak. Bahkan anak-anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Kebiasaan ini dapat membuat anak malas beraktivitas sehingga berisiko tertular berbagai penyakit. Olahraga sangat penting bagi anak-anak, bantu mereka bergerak secara aktif, setidaknya selama satu jam sehari, secara total. Ajak anak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan detak jantung dan pernapasan, serta memperkuat otot dan tulangnya. Tentunya selalu pastikan aktivitas tersebut aman dan menyenangkan

pengetahuan

Asupan Protein yang baik akan berpengaruh dengan energi si anak

Bicara soal makanan penambah energi, mungkin pikiran kita langsung tertuju pada atlet, dewasa, atau pekerja kantoran yang kerap bekerja lembur. Faktanya, makanan penambah energi bukan satu-satunya monopoli Anda. Padahal, anak-anak juga bisa mengonsumsi makanan tersebut.

“Jangan berhenti, jangan lari dari sini ke sana”, mungkin inilah ungkapan yang banyak digunakan ibu ketika anak tidak bisa diam. Nyatanya, para ibu seharusnya sangat senang melihat anaknya bergerak secara aktif. Alasannya sederhana: menjadi aktif lebih baik daripada diam. Anda tidak percaya?

Coba baca penjelasan singkatnya di buku Spark: The Revolutionary New Science of Exercise and Brain, yang ditulis oleh Dr. John Ratey, seorang spesialis klinis dan psikiatri di Harvard Medical School. Keluarga

Menurut pakar tersebut, aktivitas fisik yang dilakukan anak-anak, seperti melompat dan berlari, dapat membantu melepaskan protein yang disebut Neurotrophic Factor Berasal dari Otak. Nah, protein ini bisa membantu menjaga sel otak sekaligus meningkatkan kecepatan sinyal sel otak dan kesehatan neuron. Hasilnya, anak akan lebih mudah berkonsentrasi, memproses informasi dengan cepat, dan memiliki kemampuan memori yang lebih baik. Keluarga Bahagia

Pertanyaannya adalah: makanan energi apa yang baik untuk dikonsumsi anak-anak?

Gandum

Oat bisa menjadi salah satu sumber energi terbaik untuk dipilih. Makanan penambah energi ini cocok untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Serat dan karbohidrat gandum menyediakan sumber energi yang konstan dan tahan lama.

Selain itu, kandungan kalsium, protein, zat besi, asam folat, zinc dan magnesium pada oat mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan tubuh. Menariknya, oatmeal bisa diolah menjadi lauk atau lauk utama. Kehidupan keluarga harmonis

pisang

Ternyata banyak anak yang kekurangan kalium. Mau tahu dampaknya? Kekurangan kalium dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai masalah, pada umumnya tubuh terasa lelah dan timbul masalah memori. Nutrisi penting yang terkandung dalam pisang ini dapat membantu tubuh mengatur sistem saraf dan otot tubuh.

susu

Susu sejauh ini merupakan cara termudah untuk meningkatkan energi anak agar tetap aktif. Selain itu, selama masa pertumbuhan, anak harus mendapat makanan yang seimbang. Nah, susu sendiri bisa melengkapi kebutuhan asupan tersebut.

Read More: 5 Pilihan Cemilan Sehat Dan Baik untuk Bekalnya Si Anak

Susu mengandung karbohidrat sebagai sumber energi yang diperlukan anak dalam menjalankan aktivitasnya. Nah, dari sekian banyak produk susu yang beredar di pasaran, susu Nestlé – Nutren Junior merupakan susu yang bisa dipilih bunda. Nutren Junior kaya akan protein dan beberapa jenis vitamin yang dapat memberikan energi tambahan, serta melengkapi kebutuhan gizi anak. Ibu dan anak

Kacang dan biji-bijian

Anda juga bisa memilih kacang-kacangan dan biji-bijian sebagai makanan penambah energi untuk anak. Kedua makanan tersebut bisa menghilangkan rasa lelah dan mengatasi rasa lapar. Kacang dan biji-bijian mengandung banyak nutrisi, sekaligus sumber energi yang sehat. Jadi usahakan untuk memasukkan dua makanan ini dalam menu harian anak Anda.

Anda bisa memilih almond sebagai contoh. Kacang almond mengandung banyak nutrisi penting, seperti magnesium dan vitamin B. Kedua nutrisi tersebut dapat membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Hati-hati, kekurangan vitamin B pada anak bisa melelahkan tubuh dan menurunkan tingkat konsentrasi.

Lebih banyak energi dengan Whey Protein

Dari berbagai jenis protein, whey protein merupakan jenis protein yang berkualitas tinggi. Protein whey mengandung asam amino lengkap yang dibutuhkan tubuh. Ingatlah bahwa protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh anak.

Bingung cara mendapatkan asupan protein whey? Caranya mudah, bunda bisa mendapatkan nutrisi tersebut dari berbagai makanan atau susu. Contohnya Nestlé-Nutren Junior yang banyak mengandung whey protein dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh anak. Dari protein, omega 3, hingga berbagai vitamin.

Junior Nutren cocok dimasukkan ke dalam menu hari ini untuk melengkapi gizi dan gizi yang dibutuhkan anak di masa pertumbuhannya. Menariknya, Nutren Junior juga dapat digunakan sebagai penambah energi alternatif untuk anak Anda.

pengetahuan

5 Pilihan Cemilan Sehat Dan Baik untuk Bekalnya Si Anak

Namanya juga anak laki-laki, wajar jika mereka masih suka pilih-pilih jajan atau nibble sembarangan. Nah, untuk menghadapinya, Anda benar-benar harus pintar. Misalnya membuat menu camilan sehat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Lantas snack sehat seperti apa yang cocok untuk si kecil? Nah, berikut ulasannya.

1 buah segar

Buah tidak hanya kaya serat, tapi juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral, serta antioksidan. Buah-buahan ini bisa menjadi menu camilan sehat yang enak untuk anak. Misalnya, anak-anak pada umumnya lebih menyukai semangka, apel, jeruk, melon, dan pisang. Lantas bagaimana dengan presentasinya?

Read More: Salah Satu Cara Yang Praktis Untuk Meredakan Demam Anak dengan Menggunakan Kompres Plester

Sederhana saja, cara terbaik mengonsumsi buah adalah dalam bentuk utuh. Namun bunda juga bisa menyajikannya dalam bentuk puding atau jus, agar tidak cepat bosan. Keluarga

2 gandum

Makanan berbahan dasar gandum ini juga bisa dijadikan camilan yang sehat. Ini karena mengandung vitamin B kompleks, magnesium dan fosfor yang baik untuk tubuh. Selain kaya antioksidan, oatmeal juga bisa menurunkan tekanan darah dan kolesterol tubuh. Camilan ini juga bisa membuat perut Anda terasa kenyang sepanjang waktu karena kandungan serat yang dikandungnya. Dengan begitu, anak bisa terhindar dari ngemil berlebihan. Keluarga Bahagia

3 yogurt

Yogurt juga bisa menjadi camilan sehat yang bisa Anda pilih untuk anak Anda. Yang perlu diingat, pilihlah yogurt tanpa rasa untuk meminimalkan asupan gula tubuh Anda. Anda bisa menambahkan buah-buahan segar seperti blueberry, stroberi, atau kiwi untuk menambah rasa. Jangan takut berat badan anak Anda akan bertambah, karena yogurt merupakan camilan rendah lemak yang kaya akan probiotik.

4 buah almond

Kacang almond bisa menjadi salah satu cara mengatasi perut anak dengan mulai “mendengkur”. Kacang menjadi menu yang tepat untuk disantap saat lapar melanda. Pasalnya, almond mengandung banyak antioksidan dan serat yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Menariknya, kacang ini juga bisa mengatur gula darah dalam tubuh.

Namun, ibu harus berhati-hati saat memilih selai kacang. Jangan lupa juga untuk mengecek informasi komposisi dan nutrisinya, karena kebanyakan mengandung banyak gula, garam dan minyak sawit. Kehidupan keluarga harmonis

5 buah blueberry beku

Buah ini kaya akan antioksidan yang dapat meningkatkan fungsi otak dan jantung. Blueberry juga rendah kalori, jadi anak-anak yang kelebihan berat badan tidak perlu takut untuk memakannya. Nah, biar makin nikmat coba konsumsi buah beku atau beku ini dan campur dengan yogurt.
Pilih camilan manis dengan hati-hati

Anak mana yang tidak tergoda oleh permen atau minuman? Kudapan untuk anak berupa makanan manis lumayan. Namun, rasa manis yang pertama kali diperkenalkan oleh orang tua haruslah rasa manis alami yang aman. Misalnya, berasal dari buah-buahan, bukan tambahan gula, seperti yang ditemukan di permen atau makanan ringan lainnya. Ibu dan anak

Gula yang ditambahkan sendiri memiliki beberapa jenis. Seperti gula merah, sirup jagung, fruktosa, sukrosa, madu, dan masih banyak lagi. Menurut rekomendasi WHO, asupan gula tambahan tidak boleh melebihi 10 persen dari total energi yang dikonsumsi anak. Tujuannya agar si kecil terhindar dari energi berlebih pada tubuhnya.

Jadi bagaimana cara mengukurnya? Tenang saja, Anda bisa menghitungnya berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Sekarang, anak usia 1 sampai 3 tahun membutuhkan 1000 kalori sehari. Artinya, mereka hanya bisa mengonsumsi 100 kalori dari gula (25 gram atau lima sendok teh). Anak Anda, usia 4 sampai 6 tahun, membutuhkan 1.550 kalori sehari. Nah, asupan gula tambahan sebaiknya tidak melebihi 7 sendok teh per hari.

Hal yang perlu diingat adalah makan terlalu banyak permen bisa menimbulkan masalah bagi anak. Misalnya, kelebihan energi, obesitas, diabetes, hingga mengganggu konsentrasi.

pengetahuan

Salah Satu Cara Yang Praktis Untuk Meredakan Demam Anak dengan Menggunakan Kompres Plester

Ada kalanya anak sakit dan demam. Saat anak demam, orang tua perlu waspada dalam mencari cara untuk meredakan gejala tersebut. Ada beberapa langkah yang sering dilakukan untuk mengatasi demam pada anak. Selain minum obat, orang tua sering mencoba cara seperti menggunakan kemasan gips atau handuk pada bayi.

Cara mengurangi demam anak dengan meremas handuk dan meremas tambalan

Demam adalah mekanisme pertahanan alami tubuh melawan infeksi. Kondisi ini menandakan bahwa tubuh si kecil sedang melawan rasa sakit. Demam terjadi ketika tubuh menaikkan suhu intinya di atas normal, di atas 37,2 ° C.

Pengaturan suhu ini biasanya dilakukan oleh hipotalamus, yaitu organ yang bertanggung jawab untuk mengatur suhu tubuh. Cara ini dilakukan karena kekebalan anak melawan infeksi dan penyakit. Efek sampingnya adalah bayi merasa tidak enak badan dan tidak nyaman.

Namun bunda dan bapak harus berhati-hati jika suhu demam di atas 38 ° C karena bisa berdampak serius, yaitu dehidrasi. Selain itu, bayi tidak memiliki nafsu makan dan lebih lesu dari biasanya.

Untuk itu, para orang tua sebaiknya menerapkan berbagai cara untuk menurunkan demam anak. Salah satu cara sederhana yang disebutkan di atas, yaitu menggunakan handuk tekan dan mengompres gips.

Yuk, cari tahu cara kerja kedua cara tersebut untuk menurunkan demam pada anak.

kompres dingin atau hangat

Padahal, balutan tersebut dibuat untuk mengurangi panas pada permukaan kulit dan membuat bayi merasa lebih nyaman saat istirahat. Anda bisa mengompres bayi dengan handuk yang dibasahi air hangat atau air hangat, sekitar 32,2-35 ° C. Cara ini seringkali membantu menurunkan demam pada anak. Keluarga

Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan mengompres bayi di lipatan selangkangan dan lipatan ketiak selama 10-15 menit. Cara ini membantu membuka pori-pori dan mengurangi panas bayi melalui proses penguapan.

Sebelumnya, banyak yang mengira bungkus air es membantu menurunkan suhu tubuh bayi. Sayangnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bayi mungkin menggigil dan merasa tidak nyaman saat minum tablet air dingin karena membuat hipotalamus menghangat.

Read More: Kunci Kesehataan ada di dalam pencernaan si anak

Selain balutan handuk, Anda bisa membantu meredakan panasnya bayi dengan balutan plester. Kompres gipsum digunakan dengan hampir tidak perlu memanaskan air terlebih dahulu. Paket demam ini mudah digunakan dengan meletakkannya hanya di dahi bayi saat ia demam. Keluarga Bahagia

Menurut penelitian dari International Journal of Current Pharmaceutical Review and Research, bantalan pendingin atau bungkus plester dapat membantu meredakan demam yang dialami anak-anak. Gel dalam kemasan plester membantu mendinginkan permukaan panas yang disebabkan oleh demam hingga pemakaian 6-8 jam per lembar.

Jenis paket demam ini biasanya didasarkan pada hidrogel yang dibuat untuk membantu mentransfer panas dari permukaan tubuh ke tempat demam. Anda bisa mengaplikasikan kompres ini di lipatan ketiak dan selangkangan. Kehidupan keluarga harmonis

Bahan hidrogel tergolong aman karena terbuat dari polimer sintetik yang mengandung 99,9% air, sehingga aman digunakan pada kulit anak tanpa menyebabkan iritasi. Hidrogel ini juga bekerja dengan menciptakan rasa sejuk yang nyaman pada permukaan kulit bayi, sehingga mengurangi rasa tidak nyaman pada bayi.

Selain itu, kemasan ini juga mengandung mentol yang dapat memberikan efek mendinginkan seketika saat anak demam.
Pastikan Anda memberikan obat pada anak Anda untuk pemanasan dan pemulihan dengan cepat.

Kini, para ibu sudah mengetahui dua metode sederhana yang bisa membantu menurunkan demam pada bayi. Jika ingin cara yang lebih efektif dan praktis, kompresi cast mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun, jika suhu tubuh bayi di atas 38 ° C, sebaiknya disertai dengan obat penurun demam agar kondisinya cepat pulih. Kompres ini dapat digunakan bersamaan dengan obat tetes demam sebagai cara untuk meredakan demam sendiri sebelum membawa bayi Anda ke dokter. Namun, jika suhu tubuh bayi Anda mencapai 40 ° C, Anda disarankan segera membawanya ke dokter anak. Ibu dan anak

pengetahuan

Kunci Kesehataan ada di dalam pencernaan si anak

Tahukah Anda bahwa kesehatan kebanyakan anak dipengaruhi oleh kesehatan sistem pencernaan? Menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat dipengaruhi oleh peran keseimbangan bakteri di dalam usus. Keseimbangan bisa dijaga dengan makan makanan bergizi. Juga, beri tahu kami tentang peran bakteri di usus untuk pencernaan dan pengaruhnya terhadap kesehatan anak Anda secara keseluruhan.

Pahami hubungan antara sistem pencernaan dan kesehatan anak secara keseluruhan.

Kesehatan pencernaan berperan penting dalam kesehatan anak secara keseluruhan. Mengutip sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinical & Experimental Immunology, sistem pencernaan memainkan peran 70% dalam kesehatan tubuh manusia secara keseluruhan.

Usus merupakan salah satu organ tubuh yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Di dalam usus terdapat mikroorganisme yang membentuk dan menjaga kesehatan lingkungan usus. Mikroorganisme adalah kumpulan bakteri, virus, archaea (organisme bersel tunggal yang bekerja sama dengan bakteri baik untuk memecah makanan), dan eukariota (sel induk). Kumpulan mikroorganisme ini disebut mikrobiota usus. Komposisi mikroorganisme ini harus dijaga keseimbangannya. Keluarga

Jika keseimbangan mikrobiota usus tidak terjaga, kemungkinan besar sistem pencernaan akan terganggu, yang juga menghambat penyerapan nutrisi bayi dan menimbulkan gejala sakit perut.

Selain itu, peningkatan dan keseimbangan mikrobiota usus juga ditentukan mulai dari makanan padat yang diperoleh hingga pemilihan gizinya. Mikrobiota ini lambat laun akan mendukung pembentukan daya tahan atau imunitas pada anak.

Sistem pencernaan yang sehat membantu penyerapan nutrisi pada anak.

Jadi bagaimana mikrobiota ini bekerja pada sistem kekebalan anak? Secara mekanis, mikrobiota menghasilkan asam lemak rantai pendek. Asam lemak rantai pendek ini merupakan hasil fermentasi bakteri baik di usus besar dari makanan anak-anak, terutama makanan berserat dan bertepung. Keluarga Bahagia

Asam lemak rantai pendek ini berperan penting dalam mendukung penyerapan nutrisi dan kerja neurotransmiter dalam tubuh anak. Mari kita lihat bagaimana asam lemak rantai pendek berkontribusi pada penyerapan nutrisi.

Asam lemak rantai pendek dapat menurunkan pH usus, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang menghambat penyerapan nutrisi secara optimal. Dengan mekanisme ini, usus dapat meningkatkan penyerapan nutrisi pada anak. Dengan demikian, komposisi mikrobiota usus yang terjaga pasti mengoptimalkan penyerapan nutrisi pada anak. Kehidupan keluarga harmonis

Dalam fungsinya selanjutnya, asam lemak rantai pendek dapat meningkatkan metabolisme tubuh dengan cara menyerap nutrisi dari anak-anak. Metabolisme adalah mekanisme tubuh untuk mencerna dan menyerap makanan, menghasilkan energi dalam tubuh.

Read More: Cara Mudah untuk memberi anak balita yang baru tumbuh gigi untuk makan

Proses metabolisme ini dapat meningkatkan kesehatan tubuh anak, terutama untuk mencegah risiko terjadinya obesitas. Hal ini dilatarbelakangi oleh asam lemak rantai pendek (terutama butirat dan propionat sebagai produk asam lemak rantai pendek) yang dapat merangsang produksi hormon di usus untuk mengatur nafsu makan anak dan mencegah makan berlebihan.

Sistem pencernaan yang sehat mendukung sistem kekebalan anak.

Sebelumnya asam lemak rantai pendek yang diproduksi oleh mikrobiota usus dalam proses fermentasi dikatakan bermanfaat sebagai neurotransmitter. Neurotransmitter adalah “alat komunikasi” dalam sistem saraf yang menghubungkan mikrobiota usus dengan otak untuk mengatur sistem kekebalan tubuh. Ibu dan anak

Mikrobiota usus yang seimbang dapat mendukung kerja sel imun untuk melawan bakteri patogen penyebab penyakit. Mikrobiota ini juga mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen agar tidak mengganggu kesehatan sistem pencernaan.

Mikrobiota sistem pencernaan anak membantu meningkatkan kerja sel imun untuk menjaga sistem imun anak. Sel imun ini berperan dalam mengidentifikasi musuh di dalam tubuh, seperti bakteri patogen. Sistem kekebalan dan mikrobiota bekerja sama untuk melawan bakteri berbahaya.

pengetahuan

Cara Mudah untuk memberi anak balita yang baru tumbuh gigi untuk makan

Tumbuh gigi adalah proses normal yang dialami setiap bayi, bu. Artinya, selama proses tersebut, tumbuh gigi bisa menimbulkan rasa sakit yang membuat sulit menyusui bayi.

Dokter anak Karen Richardson Gill, MD, menjelaskan kepada FAAP, bayi mulai tumbuh gigi saat berusia antara 6 dan 12 bulan. Ketika seorang anak berusia 3 tahun, dia harus memiliki 20 gigi sulung atau sulung.

“Setiap bayi memiliki kombinasi gejala yang unik saat tumbuh gigi. Gejala yang paling umum adalah iritabilitas ringan dan nafsu makan yang buruk,” kata Gill seperti dilansir Healthline. Keluarga

Gill menambahkan, banyak gejala lain yang juga bisa dirasakan oleh anak-anak, antara lain gusi meradang, merah dan bengkak, sering gelisah, mengeluarkan air liur dan mudah tersinggung. Di sisi lain, meskipun tumbuh gigi adalah proses alami, ada metode yang dapat Anda coba untuk meredakan ketidaknyamanan bayi Anda.

“Makan buah dan sayur dingin sebagai makanan bayi bisa menjadi tonggak penting dalam mengurangi ketidaknyamanan tumbuh gigi,” jelasnya.

Selain itu, saat buah hati Anda mulai kesulitan makan saat sedang tumbuh gigi, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan cara-cara berikut ini, seperti dilansir Strong Life. Keluarga Bahagia

Read More: Cara Agar Si Kecil Bisa Tumbuh Tinggi Dengan Baik

  1. Campur makanan

Cara mengatasi susah makan akibat tumbuh gigi bayi Cara mengatasi susah makan akibat tumbuh gigi / Foto: Shutterstock

Saat bayi mengatupkan giginya, sebaiknya berikan makanan dengan konsistensi yang sangat lembut, seperti bubur, atau sayur dan buah yang dikukus lalu dihaluskan. Artinya, siapkan makanan yang bisa langsung dimakan, tanpa harus dikunyah. Kehidupan keluarga harmonis

  1. Beri makanan dingin

Tempatkan makanan di lemari es hingga dingin. Makanan dingin dapat membantu meredakan nyeri gusi pada bayi saat tumbuh gigi. Tetap saja, pastikan tidak terlalu dingin, Bu. Memulai Mayo Clinic, kontak dengan makanan beku dalam beberapa kasus justru bisa berbahaya bagi mulut bayi.

  1. Gunakan sendok karet

Saat tumbuh gigi, bayi sering kali suka menggigit benda, terutama yang terbuat dari karet. Oleh karena itu, saat menyusui bayi yang sedang tumbuh gigi, penggunaan sendok karet sangat disarankan. Ibu dan anak

pengetahuan

Cara Agar Si Kecil Bisa Tumbuh Tinggi Dengan Baik

Ibu mana yang tidak ingin anaknya tumbuh sehat dengan tinggi ideal? Sayangnya, tidak semua anak beruntung mendapatkannya. Pasalnya, ada sejumlah faktor yang bisa menghambat pertumbuhan tinggi badan anak.

Jadi, bagaimana cara meningkatkan tinggi badan anak? Nah, berikut beberapa upaya yang bisa para bunda lakukan untuk mengoptimalkan tinggi badan anaknya:

1 itu harus makanan bergizi seimbang

Pola makan bergizi seimbang merupakan syarat utama untuk mengoptimalkan tinggi badan anak. Pernahkah Anda mendengar istilah barat “Kamu adalah apa yang kamu makan”? Percaya atau tidak, kalimat ini bukan sekedar istilah. Karena apa yang kita makan akan mewakili siapa kita sebenarnya. Keluarga

Tahukah Anda arti gizi seimbang? Gizi seimbang adalah suatu komposisi makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam bentuk dan kuantitas yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Untuk itu, perhatikan prinsip keragaman pola makan, aktivitas fisik, pola hidup bersih, dan pantau berat badan secara rutin untuk menjaga berat badan normal dan mencegah masalah gizi.

Read More: 5 Cara untuk melatih si anak agar cepat terungkup

Oleh karena itu, untuk memperoleh gizi seimbang ini, anak perlu mengonsumsi berbagai kelompok makanan yang berbeda. Apa pun? Idealnya, pangan harus terdiri dari berbagai nutrisi, antara lain protein, lemak, serat, karbohidrat, vitamin, dan beberapa mineral esensial. Keluarga Bahagia

2 Beri susu

Cara menambah tinggi badan anak juga bisa melalui susu. Susu mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan anak Anda untuk mengoptimalkan tinggi badannya. Susu mengandung protein, magnesium, seng, lemak, dan beberapa mineral penting lainnya.

Pilih susu yang mengandung protein berkualitas. Misalnya ditambah dengan asam amonium esensial. Anda bisa bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc tentang susu yang tepat untuk mengoptimalkan tinggi badan anak. Kehidupan keluarga harmonis

3 Ajak berolahraga

Selain dua hal di atas, cara menambah tinggi badan anak juga bisa rutin berolahraga. Ingatlah bahwa olahraga juga memiliki banyak manfaat untuk anak. Olahraga teratur dapat memperkuat otot, memperkuat otot, tulang, dan meningkatkan produksi hormon pertumbuhan manusia (HGH). Nah, hormon ini sangat mempengaruhi tinggi badan seorang anak.

Jadi berapa lama sebaiknya anak Anda berolahraga? Menurut ahli KidsHealth, anak-anak membutuhkan setidaknya 60 menit permainan aktif setiap hari dan anak-anak prasekolah membutuhkan setidaknya 120 menit sehari. Durasi ini harus mencakup aktivitas fisik yang dipimpin orang dewasa yang direncanakan.

Ingatlah bahwa anak kecil tidak boleh tidak aktif untuk waktu yang lama. Misalnya tidak lebih dari satu jam, kecuali saat mereka sedang tidur. Anak usia sekolah tidak boleh tidak aktif selama lebih dari dua jam.

Lantas olahraga apa yang bisa membantu menambah tinggi badan anak?

Ada beberapa jenis senam yang dianggap efektif untuk menambah tinggi badan anak, walaupun hal ini belum terbukti secara ilmiah. Diantaranya adalah renang, basket dan lompat tali. Ibu dan anak

4 Perhatikan jadwal tidur

Tidur juga dapat membantu mengoptimalkan tinggi badan anak Anda. Saat tidur, tubuh memproduksi hormon penting. Salah satunya adalah HGH, hormon pertumbuhan yang memengaruhi tinggi badan anak.

Lantas berapa lama durasi tidur yang tepat untuk anak? Nah, berikut durasi tidur menurut para ahli dari National Sleep Foundation:

  • Bayi baru lahir (0 hingga 3 bulan): 14 hingga 17 jam sehari.
  • Bayi (4 sampai 11 bulan): 12 sampai 15 jam.
  • Balita / Balita (1 hingga 2 tahun): 11 hingga 14 jam.
  • Anak-anak / prasekolah (3 sampai 5 tahun): 10 sampai 13 jam.
  • Anak usia sekolah (6 sampai 13 tahun): 9 sampai 11 jam.
  • Kaum muda (14 hingga 17 tahun): periode tidur berkisar dari satu jam hingga 8 hingga 10 jam.
pengetahuan

5 Cara untuk melatih si anak agar cepat terungkup

Perut bisa mulai berlatih segera setelah bayi berusia satu bulan. Namun Anda harus tetap bijak saat mendidik anak agar segera belajar mengontrol perutnya. Pasalnya, meskipun posisi ini bagus untuk merangsang perkembangan motorik anak dan melatih kekuatan leher, posisi tengkurap cenderung meningkatkan risiko SIDS jika dilakukan tanpa perawatan. Lantas, kapan waktu terbaik untuk melatih anak belajar abdominoplasti dan bagaimana kebenarannya?

Bayi sudah bisa tengkurap pada usia 3-5 bulan.

Secara umum, bayi dapat berbaring tengkurap dan berguling sendiri saat berusia 3 hingga 5 bulan. Meski begitu, ada juga bayi yang hanya bisa berbaring tengkurap dan berguling saat berusia antara 6 hingga 7 bulan, padahal otot leher dan lengan dianggap cukup kuat. Jadi jangan khawatir jika pada usia 3 bulan anak Anda tidak bisa membungkuk atau tengkurap, karena selain perkembangan tiap bayi tidak sama, juga dalam batas normal. Keluarga

Bagaimana cara orang tua melatih anaknya mempelajari abdominoplasti?

Kebanyakan bayi mungkin tidak suka berbaring tengkurap. Kebosanan menjadi alasan mengapa bayi cenderung gelisah jika berbaring cukup lama. Itu sebabnya, jika Anda ingin melatih anak untuk belajar tentang perutnya, Anda harus pintar-pintar mencari cara untuk menarik perhatiannya agar dia tidak cepat bosan atau bahkan mudah marah.

Berikut beberapa cara melatih anak mempelajari abdominoplasti.

1 Lakukan waktu tengkurap secara rutin

Untuk mendorong bayi Anda belajar dari perut, Anda bisa menghabiskan waktu dengan tengkurap. Idealnya, tunggu sekitar 5 menit untuk berada di posisi tersebut. Lakukan metode ini berulang kali saat anak Anda bangun. Jangan lupa tempatkan anak Anda di tempat yang nyaman dan bersih. Jika bayi Anda mulai merasa tidak nyaman dan bahkan menangis, jangan dipaksakan. Tunggu anak Anda rileks lagi. Anda dapat membuat anak Anda merasa lebih baik dengan mengubah posisi telentang atau menggendongnya. Keluarga Bahagia

2 Mengubah posisi saat menyusui

Saat menyusui, bayi secara otomatis mengikuti letak puting ibu. Anda bisa berbaring tengkurap saat makan. Posisi ini biasanya akan membuat bayi nyaman. Biarkan bayi berlatih untuk menyeimbangkan dirinya. Selain fakta bahwa Anda dan anak Anda bisa saling memandang secara langsung, posisi ini secara tidak langsung akan menciptakan ikatan yang kuat antara Anda dan anak Anda, karena Anda bisa berinteraksi dengan saling memandang.

Read More: Berikan Sinbiotik pada anak untuk mencegah alergi anak

3 Gunakan mainan yang menarik

Suasana hati anak Anda sulit diprediksi. Nah, untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan mainan lucu yang menarik hati kamu agar tidak cepat bosan dan bisa memperbaiki mood kamu. Letakkan mainan yang cerah dan berisik di depan bayi dan biarkan bayi mengangkatnya. Anda bisa menggunakan bola kecil untuk menarik perhatian bayi agar ia merasa nyaman saat berbaring. Posisi tengkurap sangat membantu bayi untuk merangsang kemampuannya dalam mengangkat dan bergerak mengambil mainan yang ada di depannya. Kehidupan keluarga harmonis

4 Gunakan ekspresi lucu

Agar seorang bayi tertarik pada suatu kegiatan, maka perlu memiliki sumber daya. Salah satunya adalah Anda menunjukkan ekspresi wajah yang lucu di hadapannya. Meniru suara binatang adalah ide bagus untuk menarik perhatian anak Anda. Nyatanya, hampir sebagian anak selalu menyukai permainan ini. Jangan heran jika anak Anda bisa menertawakan ekspresi wajah yang dia tunjukkan.

5 Jangan cepat putus asa

Melatih anak Anda mempelajari abdominoplasti membutuhkan strategi khusus agar ia tidak cepat bosan. Jadi jangan berkecil hati untuk mencoba dan mencari ide-ide menarik agar buah hati Anda nyaman saat ditelungkupkan, ya! Ingatlah bahwa kesabaran dan ketekunan Anda pasti akan membuahkan hasil yang baik. Sampai saat itu, anak Anda akan memberi Anda kejutan karena bisa berbaring tengkurap dan berguling sendirian untuk pertama kalinya. Ibu dan anak

pengetahuan

Berikan Sinbiotik pada anak untuk mencegah alergi anak

Kekuatan sistem kekebalan anak Anda dimulai dengan sistem pencernaan yang sehat. Hal tersebut didukung penuh oleh konsumsi asupan harian. Asupan yang bermanfaat untuk sistem pencernaan anak Anda adalah kandungan simbiosis.

Simbiotik yang merupakan gabungan dari FOS: prebiotik GOS dan probiotik B. breve, juga sangat erat kaitannya untuk mengurangi risiko alergi pada anak secara umum. Jadi, mari kita cari tahu betapa pentingnya asupan simbiosis bagi anak Anda. Keluarga
Kenali simbiotik dan perannya dalam mencegah risiko alergi pada anak.

manfaat simbiotik pada anak-anak

Simbiotik adalah kombinasi prebiotik dan probiotik. Kandungan ini memiliki peran ganda dalam melindungi kesehatan pencernaan anak Anda dan juga mencegah risiko alergi pada tubuh anak Anda. Beberapa produk susu dari produsen termasuk simbiotik karena memberikan manfaat untuk menunjang kesehatan anak secara keseluruhan.

Menurut jurnal Dietary in Gastrointestinal Disease, secara umum simbiotik memberikan manfaat sebagai berikut.

  • Ini meningkatkan kelangsungan hidup dan memperkuat bakteri baik untuk bertahan hidup di usus besar.
  • Merangsang pertumbuhan bakteri baik atau probiotik di usus besar.
  • Memperbaiki komposisi bakteri di saluran pencernaan.

Peran simbiotik di atas tentunya didukung dengan manfaat kandungan prebiotik dan probiotik untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan anak melalui keberadaan dua bakteri di dalam usus yaitu, Lactobacillus dan Bifidobacterium. Keduanya harus dijaga keseimbangan untuk menyehatkan saluran pencernaan, yang berdampak pada sistem kekebalan tubuh, terutama dalam mencegah risiko alergi pada anak. Keluarga Bahagia

Kini Anda sudah mengetahui manfaat simbiotik untuk mencegah risiko alergi pada anak. Selain itu, simbiotik juga berperan dalam melindungi pencernaan anak dengan cara meningkatkan bakteri baik dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen penyebab penyakit seperti diare.

Read More: Kapan gigi anak Anda tanggal untuk pertama kalinya?

Meski memiliki fungsi yang sama, namun memiliki perbedaan yang mendasar. Lantas, apa perbedaan antara prebiotik dan probiotik dalam simbiotik? Kehidupan keluarga harmonis

Prebiotik

Prebiotik merupakan sumber makanan bagi bakteri baik dalam sistem pencernaan, yang berperan dalam merangsang pertumbuhan bakteri baik. Prebiotik mudah ditemukan dalam makanan berserat dan tumbuhan ini.

  • pisang
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Asparagus
  • Gandum
  • Berries
  • Kacang polong

Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme atau kumpulan bakteri yang hidup di dalam sistem pencernaan. Namun, probiotik juga ditanam di laboratorium dan digunakan sebagai bahan suplemen dan produk susu. Fungsi utama probiotik adalah meningkatkan populasi bakteri baik di usus.

Makanan berikut mengandung probiotik:

  • Sup Kedelai Jepang
  • Kimchi
  • Kombucha
  • Kefir
  • yogurt

Selain makanan, prebiotik dan probiotik yang bersinergi menjadi simbiosis juga terdapat dalam susu pertumbuhan yang mengandung kombinasi prebiotik FOS: probiotik GOS dan B. breve. Dengan menelan simbiotik (kombinasi antara prebiotik dan probiotik), kesehatan saluran pencernaan bayi Anda tetap terjaga sehingga Anda dapat mendukung kekuatan imun Anda. Ibu dan anak

Manfaat simbiotik untuk mencegah risiko alergi pada anak

Munculnya reaksi alergi ini disebabkan oleh sistem imun yang berlebihan. Immune percaya bahwa ada zat asing yang harus diperangi dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi anak-anak.

Namun hal tersebut dapat diantisipasi dengan mengonsumsi simbiotik, kombinasi prebiotik dan probiotik, yang memiliki manfaat dalam menangkal risiko alergi pada anak.

Disebutkan dalam Journal of the World Allergy Organization, anak yang tidak memiliki riwayat keluarga alergi memiliki peluang 10 persen untuk menderita alergi. Sedangkan anak dengan riwayat keluarga alergi memiliki peluang lebih besar, sekitar 20 hingga 30 persen.

Namun, ibu, jangan terlalu khawatir. Reaksi alergi ini bisa diantisipasi sebelum terjadi dengan kandungan simbiosis susu. Simbiotik mengandung prebiotik dan probiotik, sehingga dapat meminimalkan risiko reaksi alergi.

Prebiotik FOS: GOS dalam simbiotik, berpotensi mencegah alergi. Prebiotik memiliki kemampuan imunomodulator, yaitu mengoptimalkan respon imun tubuh. Prebiotik merangsang pertumbuhan probiotik atau bakteri baik. Pertumbuhan bakteri menguntungkan ini membantu menekan reaksi alergi yang mungkin terjadi.

1 2 3 10